Salah satu masalah yang sering dialami kau pria terkait hal seksual adalah ejakulasi dini. Ejakulasi dini adalah kondisi dimana pria mengalami orgasme terlalu cepat setelah melakukan stimulasi penis yang minimal. Ejakulasi dini sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang harus ditakutkan, penyakit ini bisa disembuhkan karena banyak cara mengatasi ejakulasi dini yang bisa ditempuh.

 

Apa saja obat dan penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini?

 

  • Obat-obatan ejakulasi dini

 

Untuk menempuh cara ini, hal yang harus Anda lakukan pertama adalah memeriksakan diri ke dokter dan berkonsultasi bagaimana penanganan yang tepat untuk ejakulasi dini yang Anda alami.

Salah satu obat yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi ejakulasi dini adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), obat ini termasuk obat antidepresan. Jenis SRRI yang biasa digunakan dalam menangani ejakulasi dini adalah fluoxetine, sertraline, dan paroxetine. Semua jenis obat ini digunakan harus sesuai dengan anjuran dan dosis yang diberikan oleh dokter. Efek sampingnya tergolong ringan, seperti merasa lelah, menjadi sering berkeringat, mual, muntah dan diare.

Penderita ejakulasi dini akan mengalami kemajuan atas kondisinya setelah menggunakan obat-obatan SSRI selama 7-14 hari.

 

  • Penanganan ejakulasi dini dengan anestesi topikal

 

Anestesi topikal adalah obat yang mengandung zat yang dapat membuat tubuh menjadi kebas dan mati rasa. Obat ini biasanya digunakan sesaat sebelum melakukan hubungan seksual. Efek kebas ini dapat mengurangi sensasi sehingga bisa menunda ejakulasi.

Meski efektif, penggunaan obat ini juga sebaiknya menurut anjuran dokter. Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping. Beberapa pria mengaku kurang bisa menikmati hubungan yang dilakukan karena kepekaan penis berkurang.

 

  • Penanganan ejakulasi dini melalui konseling

 

Konseling dalam mengatasi ejakulasi dini dilakukan oleh pasien dengan dokter atau psikiater, juga bersama dengan pasangan penderita ejakulasi dini. Pasangan umumnya akan didorong untuk menceritakan segala keluhan yang dapat mempengaruhi hubungan mereka agar dapat menemukan solusinya bersama-sama.

Konseling bermanfaat juga untuk membantu pasangan mengurangi kecemasan dan mengatasi stress. Efek konseling akan semakin nyata jika didukung dengan pemberian obat dari dokter. Disamping mengidentifikasi masalah yang terjadi pada pasangan, dokter juga akan memperkenalkan teknik latihan untuk menunda ejakulasi.

 

  • Penanganan ejakulasi dini secara mandiri

 

Penanganan secara mandiri bisa Anda terapkan sebagai pendamping penanganan dari dokter. Caranya adalah dengan melakukan teknik relaksasi atau teknik untuk mengalihkan perhatian saat berhubungan seksual.

Cobalah ganti posisi hubungan seksual Anda dengan posisi wanita diatas. Tujuannya adalah agar pasangan dapat dengan mudah menarik penis Anda ketika Anda mulai mendekati ejakulasi. Setelah rasa ingin ejakulasi berkurang, penetrasi kembali bisa dilanjutkan.

Jika Anda memiliki penis yang sangat sensitif, menggunakan kondom dapat membantu menurunkan sensasi untuk ejakulasi.