Dalam jangka panjang penyakit diabetes pada pria bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf yang terlibat dalam proses ereksi kompleks. Sebanyak sepertiga dari pria yang terkena diabetes pada akhirnya akan mengalami impotensi atau gangguan ereksi. Beberapa pria bahkan baru menyadari mereka mengidap diabetes ketika mencari tahu tentang pengobatan masalah disfungsi ereksi yang mereka alami. Impotensi akibat diabetes dapat ditangani dengan mengatur pola diet yang tepat dan ditunjang dari konsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter.



 
Langkah-langkah untuk mengatasi impotensi akibat diabetes :

  • Konsultasi dan menjalani pengobatan medis
 
Langkah pertama yang harus dilakukan pria penderita diabetes yang mengalami impotensi adalah memiliki badan sehat dengan cara menyembuhkan penyakit penyebabnya terlebih dahulu. Pengobatan diabetes dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Yang paling utama dari pengobatan medis, yaitu dengan cara menyuntikkan hormon insulin dalam jumlah tertentu ke dalam tubuh secara teratur sesuai dengan anjuran dari dokter.
Menjalani pengobatan diabetes dengan suntik insulin tidak bisa langsung sembuh dengan seketika. Secara berkala dokter juga perlu memeriksa perkembangan organ tubuh lainnya terkait efek samping yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes, termasuk kemungkinan menurunnya fungsi organ seksual yang bisa menyebabkan impotensi.
 
  • Menerapkan pola hidup sehat
 
Selain suntik insulin, pria juga harus menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari guna mempercepat penyembuhan penyakit diabetes. Penderita diabetes hendaknya melakukan olahraga secara rutin sebanyak tiga sampai lima kali per minggu agar tubuh memiliki kondisi fisik yang baik termasuk ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Olahraga juga bisa menurunkan risiko obesitas, melancarkan aliran darah dalam tubuh, dan melatih kerja organ tubuh bagian dalam dan mengaktifkan hormon seksual yang bisa mencegah terjadinya impotensi akibat diabetes.
 
 
  • Menghilangkan kebiasaan buruk
 
Kebiasaan buruk pria yang bisa mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pria misalnya merokok, minum-minuman beralkohol, obat-obat terlarang, dan begadang. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bukan hanya berbahaya bagi pria penderita diabetes, namun juga pada pria sehat pada umumnya. Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan menimbulkan perilaku seksual yang tidak aman.
 
Penderita diabetes juga harus berhenti merokok agar terhindar dari risiko impotensi. Rokok mengandung senyawa beracun yang terkumpul di dalam darah dan dapat menyumbat aliran darah, termasuk aliran darah didalam alat vital pria.
 
  • Melatih fungsi organ seksual
 
Penderita diabetes perlu melatih organ seksualnya secara teratur agar kembali mampu aktif dalam kehidupan seksualnya. Aktif bergerak, berolahraga, dan melakukan stimulasi seksual sehingga sistem saraf terlatih untuk menanggapi sensasi rangsangan seksual yang datang. Jika organ vital tidak dilatih, bisa menurunkan fungsi seksual yang akan mengakibatkan impotensi.
 
Penderita diabetes disarankan melakukan hubungan seksual setidaknya minimal satu kali dalam sepekan. Hal ini bertujuan untuk melatih agar darah tetap mengalir ke dalam jaringan darah di sekitar wilayah penis.
 
Pria yang mengidap diabetes pada dasarnya sama dengan pria sehat lainnya yang memiliki hasrat seksual dan menuntut agar dipenuhi secara teratur. Lakukan pengobatan medis, jalani pola hidup sehat, hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk Anda, dan latih organ reproduksi agar terhindar dari impotensi akibat diabetes.