Apakah Anda pernah mengalami kulit kulup tidak bisa ditarik ketika ingin membersihkan area kelamin? Banyak yang tidak mengatahui penyebab dan bahaya yang akan ditimbulkan dari kondisi ini. Sebaiknya, Simak penjelasannya berikut ini.
 

Apa Itu Kulup?

 
Kulup adalah bagian kulit yang terdiri dari jaringan otot, pembuluh darah, kulit, dan selaput lendir. Kulup merupakan bagian kulit yang berada pada kepala penis dan berfungsi untuk melindungi Mr P, ketika sedang mencapai ereksi.
 
Dalam istilah medis, kulup dikenal dengan sebutan preputium dan ini bersifat sangat elastis. Sehingga, dapat berubah-ubah mulai dari usia bayi hingga dewasa. Ada banyak fungsi dari jaringan kulit ini, salah satunya adalah melindung dari cedera dan beberapa penyakit.
 
Selain itu, kulup dipercaya untuk melindungi sensitivitas dari jaringan alami yang berada pada Mr P. Tidak hanya manfaat, tetapi kulup juga memiliki bahaya yang sangat besar bagi pria.
 
Ketika, pria ingin membersihkan glans penis, maka dilakukan dengan cara menarik kulit kulup kebelakang, sehingga dengan mudah untuk membersihkan kotoran yang bersarang pada kepala Mr P. Namun, beberapa pria mengalami kondisi yang berbeda, dimana kulup tidak bisa ditarik dan menimbulkan rasa sakit yang sangat kuat.
 

Lalu, Apa Penyebab Kulup Tidak Bisa Ditarik?

 
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kulup tidak bisa ditarik dan salah satunya disebabkan oleh fimosis. Ini merupakan masalah kesehatan yang terjadi disebabkan adanya gangguan peredaran darah pada area Mr P, sehingga menyebabkan kondisi kulup tidak bisa ditarik.
 
Fimosis merupakan kondisi kelainan yang terjadi pada pria yang tidak melakukan sunat. Hal ini terjadi dimana kulit kulup akan melekat dengan kencang pada glans penis, sehingga sangat sulit untuk ditarik kebelakang ketika ingin membersihkan area tersebut.
 
Kondisi ini masih dianggap, sebagai hal yang wajar dan tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya, jika terjadi saat Anda masih balita. Namun, jika kondisi ini terus terjadi hingga Anda memasuki masa remaja bahkan dewasa, maka akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan kelamin Anda.
 
Faktor yang meningkatkan seorang pria untuk mengalami kondisi ini sering terjadi, karena tidak melakukan sunat. Hal ini yang mempengaruhi banyak masalah yang ditimbulkan oleh bakteri yang berada pada kulup dan berkembang menimbulkan gangguan kesehatan salah satunya fimosis.
 

Bagaimana Tanda Dan Gejala Fimosis?

 
Umumnya, sulit untuk mengetahui gejala dari fimosis, karena hampir tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa pria kesulitan untuk membersihkan kotoran yang berada pada kulup, sehingga menyebabkan area Mr P, untuk rentan dan mudah untuk terinfeksi.
 
Kondisi ini akan ditandai dengan pembengkakan pada area kelamin yang disertai dengan rasa nyeri yang sangat menyiksa. Penderita fimosis akan mengalami kemerahan pada kulit penis dan menimbulkan rasa sakit dan sulit ketika buang air kecil. Gejala lain akan muncul ketika melakukan hubungan seksual yang ditandai dengan rasa sakit, nyeri, dan mengalami penurunan sensasi ketika berhubungan seksual.
 

Apakah Fimosis Kondisi yang Berbahaya?

 
Awalnya, fimosis bukan kondisi yang terlalu berbahaya, namun jika terus menerus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka kondisi ini bisa mengakibatkan banyak kerusakan dan sangat berbahaya bagi kesehatan area kelamin pria.
 
Jika Awalnya, Anda mengalami fimosis dan tidak ditangani akan menyebabkan peradangan yang lebih parah. Banyak pria dewasa yang menderita kondisi ini dan seringnya mengalami komplikasi, karena terjadi peradangan yang parah pada glans penis, sehingga menyebabkan rasa sakit yang sangat menyiksa.
 
Pria juga berisiko untuk mengalami infeksi saluran kencing yang terjadi, akibat bakteri yang bersarang pada kulup menginfeksi saluran kencing. Kondisi ini akan menyebabkan pria merasakan nyeri dan sakit yang sangat parah ketika buang air kecil.
 
Selain itu, bakteri yang berada pada kulup dapat menyebar dan mengakibatkan penyakit kelamin menular. Ketika, Anda berhubungan seksual dengan pasangan, maka kemungkinanan bakteri untuk menular bisa saja terjadi dan tentunya ini kondisi yang berbahaya.
 
Tidak hanya itu, pria yang mengalami peradangan pada Mr P, disebabkan oleh fimosis ataupun jenis penyakit kulit yang menyerang Mr P lainnya dapat meningkatkan risiko pria dewasa untuk menderita kanker penis.
 

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Kulup Tidak Bisa Ditarik?

 
Bagi pria dewasa, kondisi ini terjadi karena pria tidak melakukan sunat. Pria yang tidak disunat akan memiliki banyak penyakit yang menyerang area kelaminnya. Untuk mengatasi kulit kulup yang tidak bisa ditarik ketika dibersihkan, Anda bisa menggunakan cara, yaitu dengan menggunakan air hangat ketika membersihkan area tersebut.
 
Sebaiknya, Anda selalu menjaga kebersihan area kelamin dan membersihkan area tersebut dengan cara yang benar, agar tidak mudah untuk terinfeksi oleh bakteri.
 
Jika, kondisi ini terus menerus terjadi cara yang paling tepat yaitu dengan melakukan sunat. Khitan atau sunat bertujuan untuk memotong kulit kulup yang memiliki banyak manfaat bagi pria, salah satunya mencegah terjadinya kulit kulup tidak bisa ditarik.
 
Anda tidak perlu khawatir, saat ini tersedia metode sunat laser untuk pria dewasa. Banyak pria yang merasa takut untuk melakukan sunat, karena tidak ingin merasakan sakit dan takut dengan pendarahan yang terjadi ketika menggunakan metode konvensional.
 
 
Namun, metode sunat laser adalah cara yang sangat tepat untuk sunat pria dewasa. Tindakan ini dilakukan menggunakan kawat yang dipanaskan menggunakan tenaga listrik, lalu proses pengerjaan untuk memisahkan kulit kulup dengan penis sangat cepat dan aman.
 
Metode ini juga meminimalisir rasa sakit, pendarahan, dan iritasi yang mungkin terjadi jika menggunakan metode sunat konvensional. Anda akan terbebas dari banyak masalah penyakit kulit kelamin ataupun penyakit menular seksual.
 
Apabila Anda mengalami kulup tidak bisa ditarik dan ingin melakukan sunat dengan metode laser. Segera hubungi Klinik Apollo yang akan membantu Anda untuk terbebas dari masalah kulup tidak bisa ditarik yang sedang Anda derita.
 
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Klinik Apollo melalui 081233881616 atau melalui layanan konsultasi online gratis dibawah ini.