Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa sifilis adalah penyakit yang dapat mematikan dan perlu Anda ketahui bahwa sifilis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang dapat menyerang pria maupun wanita.

Jika tidak segera diatasi dengan bantuan medis maka kemungkinan besar penyakit ini akan mengakibatkan banyak kerusakan pada permukaan kulit, jaringan saraf, organ tubuh penderitanya dan berikut ini informasi mengenai penyakit menular seksual sifilis.

Sifilis atau dikenal dengan sebutan penyakit raja singa merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum.

Baca Juga: Ternyata Begini Cara Penularan Penyakit Kelamin

Bakteri sifilis biasanya menyebar melalui hubungan seksual yang dilakukan dengan penderita sifilis, selain itu penularan infeksi ini juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan luka yang disebabkan oleh penyakit ini.

Bakteri akan masuk melalui cairan yang ada di dalam tubuh seperti darah, cairan di vagina, sperma, dan beberapa kasus penularan sifilis dapat terjadi melalui air liur, saat melakukan oral seks dengan penderita sifilis.

Seorang wanita yang menderita penyakit ini dapat menularkan infeksi kepada bayi saat masa kehamilan atau proses persalinan. Bakteri ditularkan melalui plasenta yang mengakibatkan bayi menderita sifilis kongenital dan menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf bahkan bayi mengalami kematian.



Bagaimanakah Sifilis Menular?


Banyak dari penderita sifilis yang tidak mengetahui sebenarnya dari mana mereka terinfeksi penyakit ini dan perlu Anda ketahui bahwa hubungan seksual menjadi salah satu faktor penyebab penularan infeksi yang sangat utama menyebabkan penyakit mematikan ini.

Dan perlu Anda catat bahwa aktivitas seks seperti di bawah ini akan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit sifilis, diantaranya:

- Memiliki Banyak Pasangan Seks
Jika Anda seorang pria maupun wanita yang memiliki pasangan seks lebih dari satu akan berisiko besar untuk terinfeksi penyakit ini.

Karena bakteri Treponema pallidum akan menginfeksi dari satu pasangan ke pasangan lain saat berhubungan seksual, sehingga Anda tidak mengetahui infeksi berasal dari pasangan yang mana.

- Sering Berganti Pasangan Seks
Selanjutnya risiko penularan infeksi sangat mudah terjadi, jika Anda sering berganti pasangan saat berhubungan seksual karena kemungkinan besar Anda akan terinfeksi dari salah satu pasangan seks yang menderita penyakit sifilis.

- Berhubungan Seks Tanpa Pengaman
Tahukah Anda bahwa aktivitas seksual yang dilakukan dengan pasangan baru atau dengan banyak pasangan tanpa menggunakan kondom (pengaman) akan meningkatkan risiko penularan.

Karena saat Anda melakukan hubungan intim dengan pasangan baru dan Anda tidak mengetahui riwayat kesehatan seksual pasangan Anda, maka secara tidak sadar Anda sudah tertular penyakit sifilis yang di derita oleh pasangan Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Anda harus mengetahui bahwa penularan infeksi tidak bisa ditularkan melalui penggunaan peralatan sehari-hari dengan penderita sifilis dan beberapa peralatan di antaranya:

- Menggunakan peralatan mandi secara bersamaan dengan penderita sifilis

- Menggunakan peralatan makan

- Menggunakan pakaian bergantian dengan penderita sifilis

Karena bakteri Treponema pallidum tidak dapat menular karena bakteri sifilis tidak dapat hidup dan bertahan lama diluar tubuh manusia. Hal inilah yang menyebabkan penularan infeksi tidak bisa terjadi melalui hal tersebut.



Tanda Dan Gejala Penyakit Sifilis Adalah Sebagai Berikut:


Tahukah Anda bahwa sifilis adalah penyakit menular seksual yang sulit untuk diketahui setiap tanda dan gejalanya.

Hal ini menyebabkan banyak penderita sifilis tidak menyadari bahwa mereka sedang menderita penyakit mematikan dan berikut di bawah ini adalah gejala penyakit sifilis ditandai dengan 4 tahap diantaranya:

- Tahap Primer
Tahap pertama sifilis adalah munculnya luka yang akan ditemukan pada bagian tubuh bakteri menginfeksi dan biasanya luka ini sering terjadi pada area kelamin, di sekitar dubur, dan di sekitar mulut.

Luka ini disebut juga dengan chancre yang terjadi tanpa di sertai rasa sakit, sehingga banyak penderita yang tidak menyadari keberadaan luka ini.

Pada tahap ini, luka akan sembuh total meskipun tidak dilakukan tindakan pengobatan apapun. Namun, bakteri akan terus berada di dalam tubuh penderitanya dan jika melakukan hubungan seksual, maka secara tidak langsung Anda bisa menularkan infeksi ini dan menyebabkan pasangan Anda menderita penyakit sifilis.

- Tahap Sekunder
Selanjutnya tanda yang akan ditemui pada tahap sifilis adalah penderita akan mengalami ruam kulit yang berwarna merah kecokelatan.

Ruam berukuran kecil ini biasanya muncul pada bagian telapak tangan dan kaki. Selain ruam, di tahap ini akan menimbulkan gejala lain seperti demam, sakit tenggorokan, mengalami penurunan nafsu maka hingga kerontokan rambut.

Sama seperti tahap pertama, di tahap kedua gejala dan tanda sifilis akan menghilang meskipun Anda tidak melakukan tindakan pengobatan.

Sifilis akan menghilang tanpa menimbulkan gejala apapun selama bertahun-tahun dan akan muncul pada tahap berikutnya dengan komplikasi yang berbahaya. Itulah mengapa sifilis adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan.

- Tahap Laten
Setelah tahap sekunder, maka sifilis akan berlanjut pada tahap laten yang tidak menimbulkan gejala apapun. Tahap laten sifilis adalah tahap dimana gejala sifilis di tahap sebelumnya dapat hilang dan timbul dalam beberapa waktu. Kondisi ini akan bertahan selama beberapa tahun sebelum berlanjut pada tahap akhir.

- Tahap Tersier
Tahap tersier merupakan waktu dimana penyakit sifilis adalah penyakit berbahaya dan mematikan. Jika infeksi pada tahap awal tidak di obati, maka sifilis akan terus berkembang dan menyebabkan banyak kerusakan pada tubuh penderitanya.

Komplikasi yang akan ditimbulkan dari penyakit sifilis adalah kelumpuhan, kerusakan sistem saraf, kebutaan, kerusakan otak dan jantung, bahkan menyebabkan kematian. Bakteri yang berkembang di dalam tubuh akan terus menginfeksi sistem saraf dan menyerang kesehatan organ-organ tubuh penderita penyakit ini.



Sifilis Adalah Penyakit Mematikan, Ini Faktanya


Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa jika tidak diobati dengan tepat dan benar Sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius dan, akhirnya, kematian.

Dikombinasikan dengan fakta bahwa infeksi sulit untuk didiagnosis, itu membuat penyakit sipilis menjadi salah satu penyakit paling berbahaya yang ditularkan secara seksual.

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar gejala sipilis bisa hilang tapi infeksi bisa mulai mengalami komplikasi sehingga dapat merusak fungsi tubuh yang berbeda.

Masalah mental dan neurologis, penyakit jantung, kebutaan dan akhirnya kematian adalah konsekuensi yang paling umum terjadi dan ada juga risiko tinggi menularkan Sifilis ke anak-anak yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi.

Seperti kebanyakan penyakit menular seksual lainnya, Sifilis paling baik dicegah dengan tidak menjalin kontak seksual biasa dan menggunakan kondom.

Dan kebanyakan orang dengan sifilis yang tidak diobati tidak mengembangkan sifilis tersier. Namun, bila hal itu terjadi hal itu dapat mempengaruhi banyak sistem organ yang berbeda ini termasuk jantung dan pembuluh darah, dan otak dan sistem saraf.

Bahkan seseorang yang telah memasuki sifilis tersier dapat menyebabkan kondisi yang sangat serius dan akan terjadi 10-30 tahun setelah infeksi dimulai. Pada sifilis tersier penyakit ini bisa merusak organ dalam tubuh dan bisa mengakibatkan kematian.



Cegah Bahaya Penyakit Sifilis Dengan Cara Ini



Banyaknya fakta yang menyebutkan bahwa sifilis adalah penyakit menular seksual dan sebabkan kematian pada penderitanya.

Tetapi, bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah karena ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit sifilis diantaranya:

- Hindari Hubungan Seks Tidak Aman
Untuk mencegah penularan bakteri sebaiknya Anda menghindari berhubungan seksual dengan banyak pasangan atau hindari berganti-ganti pasangan seks.

Selain itu ada baiknya selalu gunakan pengaman saat melakukan hubungan seks dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat kesehatan kelaminnya.

- Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Jika Anda seseorang yang aktif melakukan hubungan seks disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seksual.
Dan untuk kaum wanita, cara ini sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan kepada bayi saat Anda sedang hamil.

- Lakukan Pengobatan Sedini Mungkin
Sifilis adalah penyakit mematikan dan berbahaya, tetapi Anda bisa mencegahnya dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Kemudian dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit yang Anda derita dan perlu Anda catat bahwa segala kerusakan yang disebabkan oleh sipilis tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.

Sehingga untuk mencegah terjadinya komplikasi sifilis adalah segera lakukan konsultasi dengan dokter Klinik Apollo melalui 021-62303060 atau melalui layanan konsultasi dengan dokter online kami dengan mengklik tombol chat online di atas.