Bagaimana tahapan penyakit sifilis?

1. Sifilis primer
Tahap pertama atau primer, sifilis ditandai oleh pembentukan ulkus yang tidak nyeri yang dikenal sebagai chancre. Rasa sakit ini berkembang di tempat infeksi dan biasanya soliter. Sebuah chancre biasanya kokoh dan bundar dalam bentuk. Terkadang, beberapa chancre mungkin hadir. Chancre mengandung bakteri menular dan sementara sakit hadir, kondisi ini sangat menular. Setiap kontak dengan chancre dapat menyebarkan infeksi. Jika chancre terletak di mulut, misalnya, bahkan ciuman bisa menyebarkan penyakit. Chancre berlangsung selama sekitar 3 hingga 6 minggu dan biasanya kemudian hilang dengan sendirinya.

2. Sifilis sekunder
Tahap penyakit ini biasanya terjadi minggu ke bulan setelah tahap utama. Sifilis sekunder ditandai dengan ruam kulit yang biasanya tidak gatal dan dapat dengan mudah disalahartikan sebagai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Ruam sifilis sekunder sering ditemukan di telapak tangan dan telapak kaki, yang tidak biasa untuk sebagian besar ruam. Pada beberapa orang, ruam mungkin ringan dan tidak diperhatikan. Juga dapat berkembang, terutama di area yang hangat dan lembab di tubuh seperti ketiak, mulut, atau selangkangan.

Pada sifilis sekunder, infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh, sehingga gejala lain mungkin terkait dengan manifestasi kulit. Demam, pembesaran kelenjar getah bening, kelelahan, penurunan berat badan, rambut rontok, sakit kepala, dan nyeri otot semuanya telah dilaporkan pada tahap sekunder sifilis. Gejala sifilis tahap sekunder ini akhirnya akan mereda, tetapi jika tahap sekunder ini tidak diobati infeksi dapat berkembang menjadi sifilis tersier.

3. Tahap laten
Ketika gejala ditahap sekunder menghilang, pindah ke fase tersembunyi (laten). Tahapan ini bisa bertahan selama bertahun-tahun. Jika sifilis tidak diobati maka akan pindah ke tahap yang paling berbahaya, yaitu tahap tersier.

4. Tahap tersier
Tahap ini akan dimulai bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade setelah infeksi pertama dan gejala akan tergantung pada tempat penyebaran infeksi. Sifilis tahap tersier dapat menyebabkan ruam kulit, mati rasa, dan kelumpuhan, kehilangan koordinasi, kebutaan, tuli, stroke, demensia dan penyakit jantung. Pada titik ini, sifilis bisa cukup berbahaya untuk menyebabkan kematian.



Bagaimana sifilis ditularkan?
Sifilis disebabkan oleh spirochete (bakteri berbentuk spiral) yang disebut Treponema pallidum. Anda bisa mendapatkan bakteri dengan cara berikut:\

• Kontak langsung dengan luka sifilis (biasanya ditemukan pada vagina, anus, rektum, di mulut, atau di bibir)
• Selama hubungan seks vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi
• Seorang ibu yang terinfeksi dapat menularkan sifilis kepada anaknya yang belum lahir, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius atau bahkan kematian bayi yang belum lahir itu.
• Tahap primer dan sekunder dari sifilis sangat menular. Beri tahu pasangan seksual Anda sebelumnya jika Anda didiagnosis menderita sifilis sehingga mereka dapat dites untuk mengetahui apakah mereka menderita penyakit tersebut.
• Sifilis tidak dapat ditularkan melalui gagang pintu, kursi toilet, kolam renang, pakaian, bathtub, atau peralatan makan.

baca juga: cara mengobati sifilis yang tepat

Jika mengalami sifilis, Anda dapat berkonsultasi dengan Klinik Apollo
Konsultasikan kondisi Anda pada Klinik Apollo, Spesalis Penyakit Kulit Dan Kelamin dengan biaya pengobatan terjangkau.
Klinik Apollo memiliki peralatan medis yang modern, dan dokter yang berpengalaman dalam bidangnya serta privasi pasien sangat terjaga.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai sifilis atau Anda memiliki keluhan lainnya silahkan hubungi hotline kami di nomor 0812-3388-1616.